Langsung ke konten utama

Review 2015 (Part I)

            Gue pernah bikin review ala ala di tahun 2014 dulu, tapi Cuma satu review. Kali ini gue mau bikin review di tahun 2015 deh, gue nulis ini sebagai bahan mengenang bulan-bulan lalu yang sudah lama terlewati sih.
Dimulai pada bulan januari, dimana UAS semester ganjil (semester 5) di laksanakan, dengan usaha gue yang seperti biasa nggak terlalu serius-serius amat dan nggak terlalu santai-santai amat itu akhirnya gue bisa melewati UAS semester 5 dengan amat sangat baik sekali, terimakasih ya Allah. Beranjak ke bulan januari pertengahan, dimana UAS selesai dan gue balik ke rumah (maklum anak rantau) dimana gue Cuma berada di rumah selama kurang lebih dua minggu aja, iya emang kampus gue beda gitu dari kampus-kampus lainnya, yang mana gue cuma libur selama dua minggu dan temen-temen gue dari kampus lainnya itu bisa libur sampe dua bulan, DUA BULAN, perbedaan yang sangat signifikan bukan? Bukan? Yaudah.
            Bergerak ke bulan februari, dimana di awal bulan gue memasuki semester horror yaitu semester genap alias semester 6. Kenapa gue sebut horror? Karena gue bertemu dengan satu mata kuliah yang horror. Menurut beberapa senior gue di jurusan, mata kuliah ini paling horror, tapi gue bahagia ketika gue mengetahui dosen yang mengajar mata kuliah horror ini adalah dosen yang gue sukai, masih muda, enerjik, cantik, yah pokoknya yoi banget deh dia ini. Walaupun umurnya sudah 25 tahun keatas, tapi mukanya masih kaya umur 22 tahun, gokil! Dia adalah dosen yang gue suka karena apa? Karena dia pintar dan enak kalo ngajar. Kenapa gue bisa bilang dia pintar? Bayangkan saja pas dia lulus S2, dia lulus dengan IPK 4.00. Emang keliatannya biasa buat jurusan yang biasa (eaaa gue sombong masuk neraka) tapi karena jurusan yang dia (dan gue juga tentunya) geluti itu adalah jurusan yang luar binasa eh biasa makanya gue bisa bilang dia pintar, dan amat sangat pintar. Pasti lo penasaran kan gue jurusan apa? Kalo lo baca review gue di tahun 2014 lo akan menemui gue ini jurusan apa huahaha (ketawa jahat) *padahal ga ada yang penasaran juga sih dit jurusan lo apa* *kemudian sedih* *tapi tetep lanjutin nge-review*
            Adalah fisika statistik, oke gue bold ya biar jelas fisika statistik. Apaan? Kurang jelas jugak? Yaudah gue caps + bold yak, iya oke baiklah, sabar-sabar semua bisa di selesaikan dengan cara baik-baik, FISIKA STATISTIK. Kenapa gue bilang ini mata kuliah horror? Lo masih nanya kenapa? Wah lo bener-bener. Lo tau kan statistika itu pelajaran yang lumayan, bahkan sangat rumit dan sulit? BAYANGIN KALO ADA FISIKA NYA! Makin rumit L berikut adalah salah satu bagian dari fisika statistik tersebut.
WP_20150508_005.jpg
            Lo liat deh itu rumus semua kaya gitu, lebih sulit dari yang namanya ironi kehidupan. Tapi kalo gue disuruh milih mendingan gue ngadepin rumus itu sih ketimbang ngadepin ironi kehidupan :”)
Lanjut lagi ke bulan maret, dimana gue mengenal seseorang. Singkat cerita aja ya? Gue ga suka sama dia karena dia adalah cowok yang jelek tapi ngeselin. Bodo amat gue kasar, emang jelek. Ngeselinnya adalah, dia ngajak gue nonton tapi gue mau di grepe, iya grepe itu anggur. Terserah lo deh. Ketika memasuki bulan april (jeng jeng jeng jeng) gue kenalan lagi sama cowok, gue menyebut dia mas atm, tapi yaudah orangnya juga udah meninggal kali bodo amat gue nggak suka sama dia. Nggak deng. Dia yang ga suka sama gue, kayaknya, kenapa? Karena gue gendut dan ngeselin dan bawel dan manja, gitu pokoknya.

Sampe bulan April dulu yah? Iya emang nggak ada yang menarik juga sih, menariknya nanti setelah bulan april hehe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KAU!

Kau berdiri di sisian kemarau, lalu kau tersibak angin. Kemudian Aku melihatmu bagai sesuatu yang tidak pernah ada habisnya. Pandanganmu terlalu baik untuk ku siakan, Senyumanmu berarti ketulusan penuh Dan kini aku terpaku, bagaimana bisa aku meninggalkan dirimu? bahkan barang sedetik saja.              Sebut saja aku adalah wanita yang sedang di banjur cinta satu bejana malam ini, rasanya bahagia sekali, bahkan untuk setiap detiknya, walaupun nilai ujianku E tetap saja aku bahagia. Siapa yang tidak bahagia ketika sedang jatuh cinta? Yang pasti bukan aku, karena aku terlalu bahagia, sampai terlihat tidak pernah waras dimata manusia lainnya. Oh, bahkan aku tidak dianggap manusia lagi, tatkala senyumku merekah, tapi aku sendirian.                Gila? Ya cinta memang membuat sebagian orang terlihat lebih gila di bandingkan dengan yang gila. Mung...

Sunset in Paris

Berlari kecil terlihat kehilangan lalu senjanya datang tidak banyak yang bisa diceritakan senja saat itu tapi semburat senyumnya masih menyala dan Eiffel masih terlihat nyata langitnya mulai biru tapi senjanya belum hilang senyumnya makin merekah namun Parisnya mulai gelap kemudian terhenyak lalu pulang (Sebuah Interpretasi bebas dari lagu Sungha Jung - Sunset in Paris)

My Diary...(Part III)

Pagi ini aku bangun dengan malas. Setelah shalat subuh, aku ingin merebahkan tubuhku lagi rasanya. Tapi handphone yang bergetar membuatku mengurungkan niatku untuk tidur lagi, uuhh dasar mengganggu saja. Aku membuka pesan singkat yang ada di handphone ku, Dio, ada apa sih dia sms aku pagi-pagi? From: Dio Turun dong, lari pagi yuk biar sehat, hehe. Dio? kerumahku? pagi-pagi? ngapain? aku melongok ke bawah dari jendela kamarku, motornya ada, dari jam berapa dia di sini? lalu, ku balas pesannya. To: Dio Kamu!! lagi-lagi mengganggu ku, aku tidak mau lari pagi ah...malas!! Tak lama kemudian pintu kamarku di ketuk. Paling ibu, batinku. Dengan malas aku berjalan mendekati pintu, perlahan aku memegang k'nop pintunya dan aku mulai membukanya. Aaaaaaaaaaaaa....!! * Hebat!! Dio berhasil meluluhkan hatiku untuk yang kedua kalinya. Aku sedang bersamanya sekarang, lari pagi aah aku ingin menolaknya, tapi kecupannya yang mendarat di dahiku berhasil menghipnotisku, jadilah ak...