Langsung ke konten utama

angkot

baru dapet inspirasi baru nih weeeeeeey ahahahahahahha *loncat2 sendirian* jadi gini brader and sista ku sekalian, gue jarang update blog gara2 lagi menggarap yang namanya novel...ciyeeeeeeeeeeeeee berat ye ahahaha. karena gue lagi senang gue mau mengangkat topik yang menyebalkan *loh? ini tentang gue di hari ini. Let's cekidot...


sebetulnya pagi ini tuh mendung, nggak banget sih cuma agak mendung aja deh. gue berangkat sekolah dengan mengendarai sebuah mobil angkot yak perlu gue ulang MOBIL ANGKOT, nah udah gitu gue nungguin angkotnya setengah mampus gileeeee gue udah di lirik2 para cowok2 yang berseliweran alias tukang ojek, oke TUKANG OJEK. mereka asyik mengkalkson gue, dengan rela gue ber-dadah dadah ria dengan mereka, maksutnya nolak gitu looh. males banget kalo harus dadah dadah sama ojek. nggak berapa lama angkot datang dengan penumpang yang lumayan bikin gue jadi dendeng deh beneran nggak boong. udah gitu gue naik ke angkot itu dan gue duduk di samping ibu2 dengan bahasa tegal bangeeeeeeeet. doi punya badan yang ramping, lebih tepatnya segede lidi. doi merasa kesempitan dan akhirnya doi bilang keras2 seperti berikut:
"aduuuh ini sempit banget sih ya Allah" *pake logat tegal. "ini sih orang seblah ku gemuk"
dan gue pun bilang sama ibu2 itu yang ngajak ribut "bu, kalo misalkan nggak mau sempit, jangan naik angkot." dan angkot pun berhenti tepat waktu jadilah gue langsung turun, kalo enggak, mungkin ibu2 itu udah jadi dendeng sapi heeeeeeehhh karena nggak sampe 1 menit lagi, doi gue tiban...hahahahha


sekian yah dari gue, semoga bisa menambah wawasan :p
salaaaaaam--

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KAU!

Kau berdiri di sisian kemarau, lalu kau tersibak angin. Kemudian Aku melihatmu bagai sesuatu yang tidak pernah ada habisnya. Pandanganmu terlalu baik untuk ku siakan, Senyumanmu berarti ketulusan penuh Dan kini aku terpaku, bagaimana bisa aku meninggalkan dirimu? bahkan barang sedetik saja.              Sebut saja aku adalah wanita yang sedang di banjur cinta satu bejana malam ini, rasanya bahagia sekali, bahkan untuk setiap detiknya, walaupun nilai ujianku E tetap saja aku bahagia. Siapa yang tidak bahagia ketika sedang jatuh cinta? Yang pasti bukan aku, karena aku terlalu bahagia, sampai terlihat tidak pernah waras dimata manusia lainnya. Oh, bahkan aku tidak dianggap manusia lagi, tatkala senyumku merekah, tapi aku sendirian.                Gila? Ya cinta memang membuat sebagian orang terlihat lebih gila di bandingkan dengan yang gila. Mung...

Sunset in Paris

Berlari kecil terlihat kehilangan lalu senjanya datang tidak banyak yang bisa diceritakan senja saat itu tapi semburat senyumnya masih menyala dan Eiffel masih terlihat nyata langitnya mulai biru tapi senjanya belum hilang senyumnya makin merekah namun Parisnya mulai gelap kemudian terhenyak lalu pulang (Sebuah Interpretasi bebas dari lagu Sungha Jung - Sunset in Paris)

My Diary...(Part III)

Pagi ini aku bangun dengan malas. Setelah shalat subuh, aku ingin merebahkan tubuhku lagi rasanya. Tapi handphone yang bergetar membuatku mengurungkan niatku untuk tidur lagi, uuhh dasar mengganggu saja. Aku membuka pesan singkat yang ada di handphone ku, Dio, ada apa sih dia sms aku pagi-pagi? From: Dio Turun dong, lari pagi yuk biar sehat, hehe. Dio? kerumahku? pagi-pagi? ngapain? aku melongok ke bawah dari jendela kamarku, motornya ada, dari jam berapa dia di sini? lalu, ku balas pesannya. To: Dio Kamu!! lagi-lagi mengganggu ku, aku tidak mau lari pagi ah...malas!! Tak lama kemudian pintu kamarku di ketuk. Paling ibu, batinku. Dengan malas aku berjalan mendekati pintu, perlahan aku memegang k'nop pintunya dan aku mulai membukanya. Aaaaaaaaaaaaa....!! * Hebat!! Dio berhasil meluluhkan hatiku untuk yang kedua kalinya. Aku sedang bersamanya sekarang, lari pagi aah aku ingin menolaknya, tapi kecupannya yang mendarat di dahiku berhasil menghipnotisku, jadilah ak...