Langsung ke konten utama

KAU! 2

Aku pernah mimpi, punya pacar yang mau rangkul aku didepan umum, nggak pake nanya dulu, “Mau dirangkul nggak?” tapi langsung aja gitu tiba-tiba. Aku juga pernah mimpi, punya pacar kaya yang didrama – drama korea gitu, lucu. Pernah mengkhayal juga dikasih bunga sama orang yang aku sayang, selain ayah, mama, adikku, dan keluargaku yang lain tentunya. Tapi waktu itu semuanya Cuma mimpi, Cuma berkhayal haha dan sekarang ada kamu. Bentar, aku nyeduh coklat panas dulu, karena kopi sama aku nggak bisa sedekat dulu lagi, caffeine nya terlalu kuat sampai aku nggak bisa bersahabat lagi sama kopi, yaudah coklat aja.
Kamu tau? Aku bosen ngerjain skripsi, gimana kalo ngirim surat ke kamu aja? Nggak masalah kalau kamu nggak mau baca, yang penting ini buat kamu gitu. Aku sambil inget-inget, aku pernah berbuat kebaikan yang kaya gimana ya sama orang-orang, kok Tuhan tiba-tiba datengin kamu buat aku. sampai detik ini aku masih selalu nanya sama Tuhan, dan Tuhan belum nunjukin jawaban apa-apa sama aku. Maka sebagai gantinya aku bersyukur banget, aku bilang sama Tuhan kalo aku senang banget punya kamu, yang baik, yang pengertian, yang manja, yang apalagi? Walaupun kadang kamu bertingkah kaya anak kecil, tapi itu bagian yang paling aku suka. Aku sengaja bikin new document, soalnya dokumen sebelumnya lagi aku pake buat nulis materi stand up yang sebenernya belom aku ketik apapun, aku kepikiran sama kamu.

Aku nggak nyangka mimpi aku kenyataan, ada yang rangkul aku tanpa nanya mau dirangkul atau enggak, ada yang ngelus kepala aku kaya yang aku inginkan pas aku lagi nonton drama korea hahahaha kadang aku suka ngayal babu gitu bisa dielus kepalanya sama oppa oppa korea, sekarang aku nggak usah ngayal babu lagi, soalnya aku tinggal minta sama kamu. Awalnya kaya nggak percaya kalo ada orang yang bener-bener suka sama aku, awalnya aku takut kamu Cuma mau ngangkat aku setinggi mungkin, terus kamu jatohin aku dari tempat yang paling tinggi, dan kamu tau kan rasanya akan gimana? Lebih mengenaskan dari sekedar jatuh tersungkur di aspal. Lebih baik jika jatuh dari ketinggian, kita mati, sudah jatuh hanya merasa sakitnya saja, aku rasa jika hal tersebut terjadi padaku, aku lebih baik mati. Aku percaya kok kamu bisa jagain aku, aku udah percaya sama kamu dan ajaibnya aku juga mau jagain kamu, kita saling jaga ya! Udah ah, aku mau lanjutin bikin skripsi lagi. 

Komentar

  1. Hampir meregang nyawa di tengah kolam berenang sedalam dua meter menyadarkanku, bahwa memikirkan kau tidak akan ada gunanya. Bagaimana bisa kau mengatakan dirimu brengsek tapi menemuiku saja tidak ada nyali? Aku ingin sekali menamparmu bolak-balik, lalu akan aku tanyakan kembali padamu, apa aku sudah cukup jahat?
    LukQQ
    Situs Ceme Online
    Agen DominoQQ Terbaik
    Bandar Poker Indonesia

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KAU!

Kau berdiri di sisian kemarau, lalu kau tersibak angin. Kemudian Aku melihatmu bagai sesuatu yang tidak pernah ada habisnya. Pandanganmu terlalu baik untuk ku siakan, Senyumanmu berarti ketulusan penuh Dan kini aku terpaku, bagaimana bisa aku meninggalkan dirimu? bahkan barang sedetik saja.              Sebut saja aku adalah wanita yang sedang di banjur cinta satu bejana malam ini, rasanya bahagia sekali, bahkan untuk setiap detiknya, walaupun nilai ujianku E tetap saja aku bahagia. Siapa yang tidak bahagia ketika sedang jatuh cinta? Yang pasti bukan aku, karena aku terlalu bahagia, sampai terlihat tidak pernah waras dimata manusia lainnya. Oh, bahkan aku tidak dianggap manusia lagi, tatkala senyumku merekah, tapi aku sendirian.                Gila? Ya cinta memang membuat sebagian orang terlihat lebih gila di bandingkan dengan yang gila. Mung...

Sunset in Paris

Berlari kecil terlihat kehilangan lalu senjanya datang tidak banyak yang bisa diceritakan senja saat itu tapi semburat senyumnya masih menyala dan Eiffel masih terlihat nyata langitnya mulai biru tapi senjanya belum hilang senyumnya makin merekah namun Parisnya mulai gelap kemudian terhenyak lalu pulang (Sebuah Interpretasi bebas dari lagu Sungha Jung - Sunset in Paris)

My Diary...(Part III)

Pagi ini aku bangun dengan malas. Setelah shalat subuh, aku ingin merebahkan tubuhku lagi rasanya. Tapi handphone yang bergetar membuatku mengurungkan niatku untuk tidur lagi, uuhh dasar mengganggu saja. Aku membuka pesan singkat yang ada di handphone ku, Dio, ada apa sih dia sms aku pagi-pagi? From: Dio Turun dong, lari pagi yuk biar sehat, hehe. Dio? kerumahku? pagi-pagi? ngapain? aku melongok ke bawah dari jendela kamarku, motornya ada, dari jam berapa dia di sini? lalu, ku balas pesannya. To: Dio Kamu!! lagi-lagi mengganggu ku, aku tidak mau lari pagi ah...malas!! Tak lama kemudian pintu kamarku di ketuk. Paling ibu, batinku. Dengan malas aku berjalan mendekati pintu, perlahan aku memegang k'nop pintunya dan aku mulai membukanya. Aaaaaaaaaaaaa....!! * Hebat!! Dio berhasil meluluhkan hatiku untuk yang kedua kalinya. Aku sedang bersamanya sekarang, lari pagi aah aku ingin menolaknya, tapi kecupannya yang mendarat di dahiku berhasil menghipnotisku, jadilah ak...