Langsung ke konten utama

My Sweet Seventeen

kayaknya cuma gue yang punya ulang tahun ke tujuh belas paling menyedihkan...nggak ada kue, nggak ada tiup lilin, tapi Alhamdulillah deh ada yang ucapin bukan ada lagi tapi baaaanyaaaaaaak banget...itu artinya banyak yang sayang sama gue kan? ahahha gue seneng banget, ultah gue ke-17 pada tanggal 17 agustus dan tanggal 17 ramadhan. Gue berharap sih ini ulang tahun yang paling di berkahi Allah. Oke emang gue nggak pake tiup lilin atau potong kue, tapi nggak ada yang tau kan kalo ini adalah 17-tahun gue yang paling berkah. 

Tanggal 16 agustus kemaren gue pesimis banget nggak akan nyampe sampe umur 17 tahun. Gue udah pesimis bakal di panggil Allah S.W.T tapii gue inget, gue belom traktir temen-temen gue, gu belom balikin buku matematikanya cecil Leung, gue belum bikinin puding buat bukber besok pesenan kak agung dan lain lain, itu artinya gue belum di kasih kesempatan untuk berpulang ke rahmatullah kan? sampe-sampe semalem itu gue takut banget tidur, gue takut nggak bisa bangun lagi hikss :(

Nggak ada kado nggak ada surprise party...
Yeah i know kok, gue juga ga ngarepin, tapi pertanyaannya kenapa di ultah gue yang ke-17 ini malah nggak ada yang spesial ya? seinget gue dulu ultah gue yang pertama amat sangat meriah, ultah gue yang ke dua apalagi beeeeh meriah banget. Ultah paling meriah kan harusnya yang ke-17 yahh ini kenapa ultah paling meriah gue umur 5 tahun? satu RW di undang semuaa gileeee puas banget gueee huehehhehe.

Tiba-tiba gue nangis, gue baru sadar ternyata Allah itu adil banget sama gue. ulang tahun gue dari yang ke-1 sampe yang ke-16 ituu meriaaaah banget ya ya gue tau nggak banget banget sih tapi berkesan lah, mungkin Allah mau kasih pelajaran buat gue, kalo ultah gue nggak berkesan, gu emasih mau bersyukur nggak ya? mungkin gitu kali ya? And then, gue bersyukur ya Allah, walopun gue flu gini, banyak temen-temen yang peduli sama gue, masih ada kok yang ucapin "happy birthday ditaa" atau yang gini "Sanghil cukka hamnida" ada lagi yang "Otanjoubi omedetou dita san" Ah gue seneng gilaaa :D

Intinya, dalam hidup ini kita harus sering2 bersyukur pemirsa, karena dengan bersyukur kita bisa merenungi apa-apa yang telah kita lakukan selama ini hikss *seka air mata*

Sekiaan-- XD

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KAU!

Kau berdiri di sisian kemarau, lalu kau tersibak angin. Kemudian Aku melihatmu bagai sesuatu yang tidak pernah ada habisnya. Pandanganmu terlalu baik untuk ku siakan, Senyumanmu berarti ketulusan penuh Dan kini aku terpaku, bagaimana bisa aku meninggalkan dirimu? bahkan barang sedetik saja.              Sebut saja aku adalah wanita yang sedang di banjur cinta satu bejana malam ini, rasanya bahagia sekali, bahkan untuk setiap detiknya, walaupun nilai ujianku E tetap saja aku bahagia. Siapa yang tidak bahagia ketika sedang jatuh cinta? Yang pasti bukan aku, karena aku terlalu bahagia, sampai terlihat tidak pernah waras dimata manusia lainnya. Oh, bahkan aku tidak dianggap manusia lagi, tatkala senyumku merekah, tapi aku sendirian.                Gila? Ya cinta memang membuat sebagian orang terlihat lebih gila di bandingkan dengan yang gila. Mung...

Sunset in Paris

Berlari kecil terlihat kehilangan lalu senjanya datang tidak banyak yang bisa diceritakan senja saat itu tapi semburat senyumnya masih menyala dan Eiffel masih terlihat nyata langitnya mulai biru tapi senjanya belum hilang senyumnya makin merekah namun Parisnya mulai gelap kemudian terhenyak lalu pulang (Sebuah Interpretasi bebas dari lagu Sungha Jung - Sunset in Paris)

My Diary...(Part III)

Pagi ini aku bangun dengan malas. Setelah shalat subuh, aku ingin merebahkan tubuhku lagi rasanya. Tapi handphone yang bergetar membuatku mengurungkan niatku untuk tidur lagi, uuhh dasar mengganggu saja. Aku membuka pesan singkat yang ada di handphone ku, Dio, ada apa sih dia sms aku pagi-pagi? From: Dio Turun dong, lari pagi yuk biar sehat, hehe. Dio? kerumahku? pagi-pagi? ngapain? aku melongok ke bawah dari jendela kamarku, motornya ada, dari jam berapa dia di sini? lalu, ku balas pesannya. To: Dio Kamu!! lagi-lagi mengganggu ku, aku tidak mau lari pagi ah...malas!! Tak lama kemudian pintu kamarku di ketuk. Paling ibu, batinku. Dengan malas aku berjalan mendekati pintu, perlahan aku memegang k'nop pintunya dan aku mulai membukanya. Aaaaaaaaaaaaa....!! * Hebat!! Dio berhasil meluluhkan hatiku untuk yang kedua kalinya. Aku sedang bersamanya sekarang, lari pagi aah aku ingin menolaknya, tapi kecupannya yang mendarat di dahiku berhasil menghipnotisku, jadilah ak...