Langsung ke konten utama

Sekolah

Selamat pagi pemirsa *berasa nge-MC* sebelum berangkat ke sekolah hendaknya saya harus posting apa yang ada di dalam kepala saya.

Bulan puasa emang bulan yang paling nikmat dimana kita bisa mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya, seperti bersedekah dan lain lain. Bukan hanya itu kok, puasa juga membuat badan jadi lebih kuat dan sehat. Tapi kalau bulan puasa itu enaknya di rumah, berkegiatan di rumah dan tidur juga di rumah. Nggak kepanasan dan lain lain. Sayangnya pagi ini saya harus sekolah padahal anda tau kan pemirsa kalau abis sahur itu enaknya tidur dulu baru berkegiatan, tapi ini saya nggak tidur tapi langsung berkegiatan. Oke saya salah, harusnya saya bersyukur sih tapi ngantuk pemirsaaa -_______- mau tidur nggak akan bisa karena saya sebentar lagi harus berangkat ke sekolah. Ah, hidup ini memang sulit tapi, apa daya dan upaya saya harus menjalankannya demi kebaikan saya juga. Oke saya mulai bisa mengambil hikmah dari semuanya kalaupun saya nggak bisa tidur tapi setidaknya saya bisa menikmati ke tidak-tiduran-saya ini pemirsa...
*Nengok ke jam ding ding* udah jam enam tepat, kalo nggak berangkat, bisa berabe saya. Yaudah lah pemirsa saya mau sekolah dulu ya hikss :3

Sekiaan~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KAU!

Kau berdiri di sisian kemarau, lalu kau tersibak angin. Kemudian Aku melihatmu bagai sesuatu yang tidak pernah ada habisnya. Pandanganmu terlalu baik untuk ku siakan, Senyumanmu berarti ketulusan penuh Dan kini aku terpaku, bagaimana bisa aku meninggalkan dirimu? bahkan barang sedetik saja.              Sebut saja aku adalah wanita yang sedang di banjur cinta satu bejana malam ini, rasanya bahagia sekali, bahkan untuk setiap detiknya, walaupun nilai ujianku E tetap saja aku bahagia. Siapa yang tidak bahagia ketika sedang jatuh cinta? Yang pasti bukan aku, karena aku terlalu bahagia, sampai terlihat tidak pernah waras dimata manusia lainnya. Oh, bahkan aku tidak dianggap manusia lagi, tatkala senyumku merekah, tapi aku sendirian.                Gila? Ya cinta memang membuat sebagian orang terlihat lebih gila di bandingkan dengan yang gila. Mung...

Sunset in Paris

Berlari kecil terlihat kehilangan lalu senjanya datang tidak banyak yang bisa diceritakan senja saat itu tapi semburat senyumnya masih menyala dan Eiffel masih terlihat nyata langitnya mulai biru tapi senjanya belum hilang senyumnya makin merekah namun Parisnya mulai gelap kemudian terhenyak lalu pulang (Sebuah Interpretasi bebas dari lagu Sungha Jung - Sunset in Paris)

My Diary...(Part III)

Pagi ini aku bangun dengan malas. Setelah shalat subuh, aku ingin merebahkan tubuhku lagi rasanya. Tapi handphone yang bergetar membuatku mengurungkan niatku untuk tidur lagi, uuhh dasar mengganggu saja. Aku membuka pesan singkat yang ada di handphone ku, Dio, ada apa sih dia sms aku pagi-pagi? From: Dio Turun dong, lari pagi yuk biar sehat, hehe. Dio? kerumahku? pagi-pagi? ngapain? aku melongok ke bawah dari jendela kamarku, motornya ada, dari jam berapa dia di sini? lalu, ku balas pesannya. To: Dio Kamu!! lagi-lagi mengganggu ku, aku tidak mau lari pagi ah...malas!! Tak lama kemudian pintu kamarku di ketuk. Paling ibu, batinku. Dengan malas aku berjalan mendekati pintu, perlahan aku memegang k'nop pintunya dan aku mulai membukanya. Aaaaaaaaaaaaa....!! * Hebat!! Dio berhasil meluluhkan hatiku untuk yang kedua kalinya. Aku sedang bersamanya sekarang, lari pagi aah aku ingin menolaknya, tapi kecupannya yang mendarat di dahiku berhasil menghipnotisku, jadilah ak...