Langsung ke konten utama

Postingan

Tuhan

Fix. aku yakin Tuhan punya cara sendiri untuk hidup ini. ketika aku mengalami kegagalan, aku merasa kecewa dan aku rasa aku akan mati sekarang juga. Tapi ternyata aku salah, Tuhan kan nggak pernah tidur, Tuhan selalu dengerin umatnya yang lagi kesusahan, baiknya apa yang aku lakukan untuk itu semua? Doa, cuma itu satu-satunya alat komunikasi ku sama Tuhan. * God is so Good Kamu pasti pernah ngerasain yang namanya sakit hati karena Tuhan selalu aja nggak jawab doa kamu, Tuhan nggak pernah mau dengerin kamu. Pasti kamu menganggap Tuhan itu sibuk sama umat yang lain. kamu salah, Tuhan itu emang punya banyak umat, tapi Tuhan itu nggak pernah sibuk kok, beneran deh, Tuhan itu bisa me-manage semua keperluan umatnya yang banyak itu jadi adil-seadil adilnya. Tuhan itu baik tau, kalo nggak baik nggak mungkin kan kamu bisa  punya kaki dua sekarang? kamu bisa hidup kan sekarang? kamu bisa hidup plus punya keluarga yang lengkap kan? jadi, yang mana perbuatan Tuhan yang nggak baik? *God i...

angkot

baru dapet inspirasi baru nih weeeeeeey ahahahahahahha *loncat2 sendirian* jadi gini brader and sista ku sekalian, gue jarang update blog gara2 lagi menggarap yang namanya novel...ciyeeeeeeeeeeeeee berat ye ahahaha. karena gue lagi senang gue mau mengangkat topik yang menyebalkan *loh? ini tentang gue di hari ini. Let's cekidot... sebetulnya pagi ini tuh mendung, nggak banget sih cuma agak mendung aja deh. gue berangkat sekolah dengan mengendarai sebuah mobil angkot yak perlu gue ulang MOBIL ANGKOT, nah udah gitu gue nungguin angkotnya setengah mampus gileeeee gue udah di lirik2 para cowok2 yang berseliweran alias tukang ojek, oke TUKANG OJEK. mereka asyik mengkalkson gue, dengan rela gue ber-dadah dadah ria dengan mereka, maksutnya nolak gitu looh. males banget kalo harus dadah dadah sama ojek. nggak berapa lama angkot datang dengan penumpang yang lumayan bikin gue jadi dendeng deh beneran nggak boong. udah gitu gue naik ke angkot itu dan gue duduk di samping ibu2 dengan bahasa ...
finally yaaaaah gue bisa juga posting cerbung pertama gue di blog gue tercinta ini *buka botol..semprotin* makasih yahh buat temen2 yang udah dengan setia baca hahahaha awalnya cerbung gue ini ada di facebook gue, eh iya ada part tambahannya ding, ntar gue tambah lagi deh ayodooooong semoga ada yang bacaaaaaaa huahahahha terimakasih looh buat yang baca eeeh iya jangan di bajak yah plis banget, gue bikinnya sampe keluar-masuk toilet tau (bertapa) huahahaha udah udah ini terakhir...thankuyu :)

My Diary...(Part X)

Nadya sudah bisa di bawa pulang ke rumah, aku, Dio, Laza tapi tanpa Dan menjenguknya di rumah sekalian Laza silaturahmi sama mamanya. "Gimana Nad, apa rasanya?"tanya Dio bercanda. "Yah gini deh Yo, ngilu-ngilu semua."jawabnya. "Nih apelnya Nad."kataku sambil memberikan sepotong apel yang barusan ku kupas. "Thank's ya Ci."sahutnya sambil tersenyum."Okeh santai aja sama aku hehe." Seakan tak punya dendam, kami pun saling bersenda gurau. "Ayo di minum orange juice nya." Laza pun tertegun. "Mama, apa kabar?"tanya Laza agak ragu. "Laza!!" Mereka pun berpelukan. "Lama nggak ketemu ya ma, Laza kangen."ucap Laza. "Mama juga sayang, papa apa kabar?" "Baik ma, baik banget hehe." Akhirnya, laza tertawa juga, kalau begitu dia sangat manis sekali. "Udahan ah sedih-sedihannya, ayo minum!"ucap Nadya. Kami pun minum seperti orang yang habis dari gurun...

My Diary...(Part IX)

"Gue yang ngelakuin.."ucap seseorang dengan lantang. Dan..?! "Kenapa harus kamu?"tanyaku geram. "Gue benci harus permainin orang Ci, seumur hidup pun kalau harus mempermainkan orang hidup gue nggak akan tenang, biar aja, biar Nadya mati sekalian."ucap Dan dengan kesal. "Tapi, dia kan kakak kamu jangan sebodoh itu juga dong Dan, kamu bisa di tangkep polisi." "Biarin aja gue di tangkep polisi Ci, gue bisa hidup tenang, tanpa kakak gue yang bengis itu." Sebegitu bencikah kamu pada kakakmu? "Lagian Nadya bukan kakak kandung gue, wajar kan kalau gue nggak suka, selama ini gue selalu di jadiin kacung nggak pernah di anggap adik." "Kakak kandung kamu, kemana Dan?"tanyaku lagi. "Gue nggak tau siapa kakak kandung gue, gue cuma tau namanya nggak pernah tau wujudnya." Aku menoleh ke arah Laza, Laza hanya diam saja. "Siapa namanya?" "Laza Ziera Wijaya Ci, dia kakak kandung gue...

My Diary...(part VIII)

Laza sudah tau belum ya kalau Nadya kecelakaan? Harus ku beri tahu nih, tapi dimana dia? waah gawat ia menghilang, jangan-jangan dia lagi yang menabrak Nadya tadi pagi, ah tapi masa iya sih dia sebenci itu dengan Nadya, pasti tidak mungkin. Terus, dia dimana doong? "Doorr...nyariin aku nih pasti?" Nah kan Laza suka muncul tiba-tiba nih kayak jin iprit. "Kemana saja kamu?"tanyaku langsung. "Ada di kelas, kenapa?" "Sudah dengar tentang kabar Nadya?" "Kecelakaan? sudah, dari Dan." Dan? Kok bisa? "Bisa lah, orang pertama yang di hubungin aja aku." Laza, seakan membaca pikiranku menjawab semua pertanyaan yang ada di otakku. "Loh?" Aku memasang tampang bingung. "kenapa? heran? jangan heran begitu, ayo duduk, aku akan menceritakan semuanya biar jelas." Dari tadi dong mau menceritakannya, kalau mendadak Laza lebih tau dariku kan, aku jadi curiga. Laza memulai ceritanya dari mula-mula, b...

My Diary...(Part VII)

Pagi ini Laza menyeringai padaku, aku tanya kenapa ia malah tidak menjawab apa-apa malah ia makin terbahak, aneh. Aku masuk ke dalam kelas seperti biasa, Dio belum datang kelas juga masih sangat sepi. Tiba-tiba terdengar langkah kaki dari lorong depan kelas ku, kalau itu teman ku, aku tidak akan mencurigainya lagi pula aku tau kok langkah kaki manusia baik-baik dengan langkah kaki maling. Bayangannya sudah sampai depan pintu. Aku mulai berjalan mendekati pintu kelasku dan aku menemukan Dan di sana, kenapa dia? "Daniel?" Napasnya terdengar terengah-engah, dia ini kenapa sih? "Ka..kamu kenapa?"tanyaku, begini-begini juga aku orangnya khawatiran loo, "Yaudah tenang dulu, kamu tarik napas dulu ya dalam-dalam, baru cerita."ucapku. Tiba-tiba saja Dan duduk di lantai, tanpa sadar aku juga ikut duduk, padahal kan aku tau dia itu punya maksud jahat padaku, harusnya aku mencurigainya bukan malah bersimpati aah payahnya aku. Tapi hati nurani ku t...