Langsung ke konten utama

Postingan

Desahan Kecil

            Aku ingin mengatakan sesuatu sebebas-bebasnya, dengan kalimat yang tidak perlu dimengerti orang lain, dengan sentuhan yang tak pernah dirasa orang lain. Hanya aku dan dinding-dinding yang sunyi. Mungkin perihal dinding bisa saja aku abaikan, terlalu umum. Tapi aku merasa aku hanya bisa berbicara dengan dinding saat ini, bahkan sampai kapanpun. Banyak hal, yang menyesakkan, yang bahkan aku tidak bisa ceritakan dengan siapapun, termasuk ibuku. Ini menyangkut kegamangan seluruhnya. Tentang kuliahku, tentang kisah percintaanku, tentang ide-ide ku yang lama kupendam, dan seolah sekarang semuanya datang, seakan mereka mengerti apa yang aku butuhkan. Semuanya, mulai dari kegalauanku menghadapi nilai salah satu mata kuliah yang sulit, sampai kisah cintaku yang membuatku putus asa. Semuanya terangkum hebat dalam memori otak yang sebenarnya sudah over-load, error. Aku bisa saja berteraik kepada semua orang bahwa aku kali ini sedang gamang, tidak gal...

HAPPY NEW YEAR 2016!

HELLO 2016 ! Waah nggak kerasa udah 2016 saja sekarang. Sedikit permohonan maaf karena review kemarin macet lagi, maklum yang punya blog lagi liburan dulu kemarin hihihi cerita tipis-tipis yaaaah! Awal tahun 2016 gue di awali dengan makan indomie rebus pake cabe di iris tebel-tebel tapi banyak, pake telur setengah matang jugak, siapa yang bisa menolak si sedap yang satu ini *elus-elus perut* seperti biasa makan indomie rebus ditemani dengan susu mio panas, iya panas, gue paling suka bagian susu milo panas di dalam cangkir dan kental, nyams yang ini susah nolaknya, lebih susah dari pada nolak cowok ganteng, iya gue bohong. Gue makan dan minum ini tentu nggak sendirian, gue bersama dengan tante-tante gue, dan adik-adik sepupu gue.  Cerita lagi tipis-tipis, pagi di tanggal 31 desember 2015 lalu, gue beserta tante-tante dan adik-adik sepupu gue pergi menghadiri resepsi nikahnya yaa sebut saja tante gue (juga) soalnya mengingat silsilah yang (agak) jauh, dia termasuk tante gue juga, ...

Review 2015 (Part I)

            Gue pernah bikin review ala ala di tahun 2014 dulu, tapi Cuma satu review. Kali ini gue mau bikin review di tahun 2015 deh, gue nulis ini sebagai bahan mengenang bulan-bulan lalu yang sudah lama terlewati sih. Dimulai pada bulan januari, dimana UAS semester ganjil (semester 5) di laksanakan, dengan usaha gue yang seperti biasa nggak terlalu serius-serius amat dan nggak terlalu santai-santai amat itu akhirnya gue bisa melewati UAS semester 5 dengan amat sangat baik sekali, terimakasih ya Allah. Beranjak ke bulan januari pertengahan, dimana UAS selesai dan gue balik ke rumah (maklum anak rantau) dimana gue Cuma berada di rumah selama kurang lebih dua minggu aja, iya emang kampus gue beda gitu dari kampus-kampus lainnya, yang mana gue cuma libur selama dua minggu dan temen-temen gue dari kampus lainnya itu bisa libur sampe dua bulan, DUA BULAN, perbedaan yang sangat signifikan bukan? Bukan? Yaudah.       ...

Let's grab a cup of Lampung Coffee, and enjoy!

                          Sekali lagi aku mencoba menghela nafasku mala ini, mengingat segurat senyummu yang seperti tidak pernah sedih akan hal apapun, padahal tidak selalu kau merasa kau baik-baik saja. Aku tidak membayangkan betapa tangguhnya lelaki sepertimu, menjalin kasih dengan seorang wanita selama empat tahun lamanya, menjemputnya, memanjakannya, membagi suka, membagi duka, apapun akan kau lakukan jika itu menyangkut akan dirinya. Sampai tiba saat situasi itu datang, dimana mata kuliah mulai sedikit dan ia, wanitamu, mulai sering pulang ke kampung halamannya. Semilir angin malam kali ini menemaniku dalam balutan pekatnya kopi lampung favoritmu, iya kau bilang kau suka kopi lampung, karena kopi itu seperti dirimu, khas, santai, dan tidak terlalu tajam intensitas rasa pahitnya, namun tetap terasa kopinya, kopi yang selalu menjadi favoritmu ketika kau sedang dalam keadaan apapun. Aku yakin, kau merasa amat ...

Let's Grab a Cup of Bitter Coffee?

            Malam pekat itu menjadi kelabu tatkala mendung menyelimuti. Ah, bukan karena langitnya semakin gelap, melainkan gemuruh yang semakin lama semakin keras. Duduk dalam ruang gelap nan hangat membuat setiap orang tenang, selama sepersekian detik tentunya. Aroma kopi tengah malam menyeruak kedalam hidung setiap orang yang masih terjaga. Ya, semua masih tentang kopi. Keterpesonaanku tentangnya membuatku tak habis membahas soal ini. Memang benar kafeinnya tidak pas dalam diriku, tapi pas dalam dirinya yang lagi-lagi, sambil menyesap batang rokoknya satu-persatu. Ia berkata bahwa ia tidak sedang ingin berteman dengan sebatang rokok namun, kopinya berkata lain, rokok dan kopi itu kan sahabat baik. Sudut mataku tak habis membayangkan bagaimana dirinya saat sedang menikmati kopi dengan, asap mengepul layaknya cerobong asap di siang hari. Secangkir kopi panas di tengah malam bisa membuat orang terjaga sepanjang malam termasuk, dirinya. Entah apa yan...

Hujan Punya Cerita

Ini cerita tentang kita dan hujan. Tentang aku yang semakin dekat dengan sebuah perpisahan. Tentang kalian yang sebentar lagi pergi menggapai impian dan angan, yang t'lah lama kalian bangun penuh harapan. Ini cerita tentang kita dan hujan. Tentang aku dan kamu yang sudah tak pernah lagi dipertemukan. Tentang sudut sembilu yang kian lama kian berdebu, usang. Tentang anak tangga yang semakin lama semakin tak menentu. Ini cerita tentang kita dan hujan. Tentang rak buku yang tak pernah lagi tersentuh. Tentang gemuruh yang menggelegar tak kenal rapuh. Hujan punya cerita. Seperti aku, kita, dan cinta.

Let's Grab a Cup of Coffee?

            Orang bilang, kopi itu pahit. Aku setuju ketika orang bilang begitu pada dasarnya kopi memang pahit. Tapi ketika kopi tersebut diseduh dengan air panas, dan diaduk dengan beberapa sendok gula kopi itu tidak lagi pahit. Ada rasa manis yang terselip di dalam setiap teguk kopi tersebut. Aroma kopi yang menyeruak dari sebuah cangkir, terkadang menggoda setiap hidung untuk sekedar menghirupnya. Bahkan tidak jarang juga orang yang menghirup aroma itu ikut menikmati secangkir kopinya. Memang, tidak semua orang suka menikmati kopi tapi kebanyakan orang tidak pernah menolak walaupun, hanya secangkir kopi. Tidak semua orang suka dengan secangkir kopi hitam tapi, kebanyakan orang lebih menyukai secangkir kopi hitam entahlah, setiap indra pengecap yang orang-orang itu punya memiliki opini tersendiri, bagaimana ia menggambarkan kopi itu.             Saat ini aku ingin menggambarkanmu, menggamba...